Tombol Like Akan Dihilangkan Demi Kesehatan, Instagram Tambahkan Fitu Anti Perundungan

Please log in or register to like posts.
News
Apa sih hal pertama yang kamu tunggu sesaat setelah mengunggah konten di akun Instagrammu? Jawabannya bisa dipastikan adalah berapa jumlah like yang kamu dapatkan. Kamu bahkan rela mengintip setiap satu menit untuk memastikan kalau jumlah love kamu nggak stuck di angka 20 atau bahkan hanya 10. Kamu bahkan menyusun strategi untuk mendapatkan jumlah like yang tertinggi demi kepuasan pribadi dan bukti bahwa konten yang kamu unggah adalah konten yang layak untuk mendapatkan pujian.
Sayangnya, hal ini justru menyebabkan banyak masalah terutama pada kesehatan mentalmu. Kamu jadi “haus” akan like. Bahkan, untuk mendapatkan jumlah yang semakin banyak kamu rela memaksa teman-temanmu untuk menekan tombol berbentuk hati pada foto terbarumu. Nggak hanya itu, happy atau nggaknya kamu di hari itu bisa ditentukan dari berapa jumlah like dan komen-komen yang kamu terima. Duh!
Akibat hal-hal seperti ini yang terjadi di beberapa media sosial, dikutip dari Independent CEO Instagram, Adam Mosseri, memutuskan untuk mengeluarkan fitur baru. Fitur ini akan membuat penggunanya tidak bisa melihat berapa banyak jumlah like yang mereka dapatkan pada setiap unggahan. Wow!
Source: techcrunch.com
Untuk saat ini, negara-negara yang tidak dapat melihat jumlah like pada akun mereka adalah Australia, Brazil, Irlandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru. Sebelumnya, fitur ini sudah diujicoba di Kanada pada awal tahun 2019 ini. “Kami ingin orang-orang bisa mengurangi kekhawatiran mereka tentang berapa banyak orang yang menyukai foto mereka di Instagram dan menghabiskan waktu lebih banyak berinteraksi dan terkoneksi dengan orang-orang yang mereka sayangi,” jelas Adam saat ditanya mengenai hal ini.
Nggak hanya itu, untuk menanggapi kasus bullying Instagram juga menyediakan fitur khusus. Fitur anti perundungan ini bertujuan untuk mencegah tindakan cyber bullying yang kerap terjadi di media sosial. Mia Garlick, kepala kebijakan Facebook di Australia dan Selandia Baru, mengatakan kalau pihak Instagram menginginkan semua orang bisa mendapatkan kenyamanan dalam mengeskpresikan diri.
Hal ini sudah pasti disambut baik oleh banyak orang, tapi bagaimana dengan influencer yang cukup mengandalkan hal ini dalam menjalankan bisnisnya? Isi pendapat kalian di kolom komentar, yuk!
(ERN/ERN)
Cover: independent.co.uk

Reactions

0
0
2
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

2

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *