Say “Yes”! Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Berani Mengatakan “Yes” dalam Kondisi yang Nggak Nyaman

Please log in or register to like posts.
News
Bagi milenial, mungkin nggak asing dengan ajaran orangtua untuk berani mengatakan tidak saat kita berada pada kondisi yang membuat kita nggak nyaman. Bahkan hal ini sudah diajarkan sejak kecil, mengingat modus penculikan orang yang nggak dikenal mulai marak kala itu. Akibatnya, nilai ini bisa terbawa hingga kita beranjak dewasa.
Namun, ternyata kita juga harus berani mengatakan ya meskipun kondisi tersebut nggak membuat kita nyaman, lho… Mulai dari pekerjaan yang nggak kamu mengerti, sampai dimintai tolong hal yang sepele. Ini nih alasan mengapa kamu harus berani mengatakan ya dalam kondisi yang nggak membuatmu nyaman.
Mendorong diri melebihi batas kemampuanmu
Ada kalanya mendorong diri untuk melebihi batas kemampuan itu diharuskan agar dirimu terus berkembang. Mungkin kamu nggak mengerti dengan pekerjaan yang diberikan atau bahkan hal tersebut bukanlah hal yang kamu suka atau minati. Namun percayalah, pasti ada yang bisa kamu pelajari dari hal tersebut. Jangan terlalu buru-buru menolak tantangan hanya karena kamu nggak nyaman dengan hal itu. Siapa tahu, tantangan ini dapat membuatmu berhasil dimasa mendatang.
Bisa menemukan bakat dan minat
Saat belum mengetahui passion dan talentanya, semua orang pasti harus mencoba hal baru yang belum pernah dilakukannya. Dengan mengatakan ya terhadap hal yang belum pernah dicoba, kamu akan tahu, mana hal yang cuma diminati saja dan mana yang memang menjadi talentamu.
Membuka perspektif baru
Dengan mengatakan ya untuk hal yang membuatmu nggak nyaman, kamu akan dipaksa melihat dari kondisi lain diluar zona nyamanmu. Hal ini tentu sangat berguna untuk memberikan inspirasi dan mungkin saja, kamu bisa menemukan jalan keluar dari masalahmu saat ini.
Melatih dalam berempati
Sering kali kata tidak yang diajarkan oleh orangtua kepada kita bisa juga bisa boomerang untuk mereka. Kita jadi berani untuk menolak saat orangtua atau orang lain membutuhkan pertolongan kita. Padahal, sering kali kita menolak untuk membantu bukan karena kita sibuk, melainkan kita terlalu malas untuk membantu mereka. Jika kamu menyadari betapa ‘jahat’-nya dirimu dan ingin berubah, belajarlah untuk berkata ya saat orang lain membutuhkan pertolonganmu. Nggak ada salahnya kok jika kamu membantu orang lain dan nggak mendapat sesuatu yang menguntungkan untukmu.
Itulah beberapa alasan mengapa kamu harus berani mengatakan ya dalam kondisi yang nggak membuatmu nyaman. Selamat mencoba, ya!
(YS)
Cover: mindful.org

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *