Reaksi Tubuh yang Menular, Ini 6 Fakta Unik Menguap Saat Ngantuk

Please log in or register to like posts.
News
Menurut studi yang dilakukan beberapa ilmuan berbeda, banyak sebab mengapa kita menguap saat kelelahan atau mengantuk. Ada yang mengklaim, menguap merupakan cara tubuh untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Di penelitian yang berbeda, mereka menganggap menguap sebagai cara membersihkan pembuluh darah.
Hmm… tapi yang jadi pertanyaan, mengapa saat kita melihat orang lain menguap, kenapa bisa ‘menular’, ya? Nah… ada sejumlah fakta ilmiah lain yang sudah terbukti benar, nih! Berikut penjelasannya.
Manusia menguap karena kekurangan oksigen dalam otak
Menguap memang nggak hanya terjadi saat tubuh kelelahan saja. Dilansir dari Huffington Post, kita menguap saat tubuh kekurangan oksigen. Saat kadar oksigen yang diterima nggak cukup, tubuh kita secara otomatis akan menguap atau mengambil nafas dalam-dalam. Saat hal itu terjadi, paru-paru akan menerima banyak udara dengan harapan kadar oksigen yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi.
Menguap sangat menular
New Scientist melakukan pengamatan kepada 50 orang yang menonton video orang yang menguap. Hasilnya 28 orang diantaranya ‘tertular virus’ menguap tersebut. Dilansir dari MNN, studi di tahun 2017 menunjukkan, hal ini disebabkan oleh adanya reaksi refleks primitif di bagian korteks motorik manusia. Juru bicara American Academy of Sleep Medicine, Michael Decker, menyampaikan fenomena menguap justru lebih bersifat interaksi sosial ketimbang fisik dan biologis.
Menguap lebih menular jika mereka memiliki kedekatan hubungan
Nggak semua orang bisa menularkan ngantuknya kepadamu. Menurut riset pada 2012, fenomena ini jauh lebih menular di antara sahabat atau orang yang memiliki hubungan yang dekat. Mengapa? karena manusia lebih bisa merasakan empati kepada orang yang dekat dengannya, baik secara genetik maupun emosional.
Bisa menular ke binatang juga
Nggak hanya manusia, studi lain menemukan, menguap juga menular pada hewan, salah satunya anjing. Ketika mendengar pemiliknya menguap, mereka juga berpotensi ikut melakukannya. Penyebabnya sama yakni kamu dan binatang peliharaanmu memiliki kedekatan secara emosional. Hewan lain yang bisa tertular menguap adalah babon, simpanse dan kera.
Bayi yang masih dalam kandungan juga bisa ketularan menguap
Meski belum ada ilmuan yang bisa menjelaskan alasannya, namun menguap sering dilakukan pada janin atau bayi yang masih berada dalam kandungan. Bayi sudah bisa menguap pada usia kehamilan 14 minggu. Menurut penelitian, janin memasuki fase pembentukan otak dalam usia tersebut.
Menguap bisa jadi indikator penyakit serius
Umumnya menguap nggak membahayakan. Namun jika seseorang menguap secara terus menerus, ini bisa jadi gejala penyakit yang serius, diantaranya stroke dan gagal jantung. Dikatakan demikian karena menguap tersebut merupakan reaksi dari terganggunya sistem saraf vagus atau sistem saraf yang tersambung ke jantung. Penyakit lain yang membuatmu menguap terus menerus adalah central sleep apnea, multiple sclerosis, dan epilepsi.
Ternyata fenomena menguap cukup unik, ya. Sudah tahu mengapa tubuhmu secara refleks menguap, dong? Jika masih kurang paham, tulis di kolom komentar, ya!
(YS/ERN)
Cover: YouTube

Reactions

2
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

2

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *