Produksi Sampah 7,5 Ton Per Hari, Bagaimana Nasib Jakarta Kedepannya?

Please log in or register to like posts.
News
Tahukah kamu jika semua sampah di daerah Ibukota akan dibawa ke TPST Bantargebang? Bagaimana dengan fakta mengenai kota Jakarta yang menghasilkan 7,5 ton sampah per harinya? Atau jangan-jangan kamu juga nggak tahu fakta mengenai sampah bisa didaur ulang hanya 9 persen dari total sampah secara keseluruhan? Ya, ini sangat mengerikan sekaligus menyedihkan.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, 7,5 ton yang dihasilkan Jakarta dalam sehari setara dengan ukuran Candi Borobudur. Hingga saat ini, tumpukan sampah di TPST Bantargebang telah membentuk gunung sampah setinggi 40 meter. Nggak cuma itu, Indonesia dinobatkan sebagai negara kedua yang menyumbangkan sampah plastik ke perairan laut terbanyak di Dunia. Jika nggak ditangani segera, tumpukan sampah ini dapat mempengaruhi berbagai hal dalam kehidupan kita, mulai dari masalah kesehatan, sanitasi, ekosistem sampai perekonomian.
“Lalu mengapa cuma 9 persen yang di-recycle?”
Perlu diketahui, sampah plastik yang didaur ulang hanyalah sampah kering dan memiliki nilai jual tinggi. Dari total sampah plastik tersebut, hanya 9 hingga 10 persen sampah yang bisa didaur ulang, misalnya botol plastik. Sedangkan 90 persen sampah plastik lainnya nggak bisa didaur ulang karena basah atau biaya jual barang nggak menutup biaya proses daur ulang, seperti sedotan, kantong plastik, styrofoam, dan barang plastik sekali pakai lainnya.
Setelah setahunan lebih ditekan berbagai media dan komunitas pecinta lingkungan, Pemerintah DKI Jakarta berjanji akan mengatur penggunaan plastik. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, proses pembuatan pergub telah mencapai tahap akhir sehingga ia berani menjamin aturan tersebut ditetapkan pada Agustus 2019 nanti. Nggak cuma plastik, nantinya pergub pengelolaan sampah ini diklaim akan efektif mengatur semua jenis sampah secara mendetail.
Namun, peraturan hanyalah peraturan jika kita sebagai masyarakat nggak benar-benar peduli dan menghidupinya. Banyak hal yang bisa kita lakukan, mulai dengan mengikuti gerakan strawless, membawa goodie bag atau tote bag saat belanja, membawa tempat makan sendiri saat membeli makanan, dan lain sebagainya. Demi kota dan Dunia yang lebih baik, yuk, ubah pola hidup dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
(YS/ERN)
Cover: merdeka.com

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *