Perlu Diperhatikan, Ini 5 Tanda Kalau Kamu Mengidap Superhero Syndrome

Please log in or register to like posts.
News

Superhero syndrome adalah istilah untuk perilaku seseorang yang ingin selalu menjadi penyelamat atau pahlawan. Ia merasa, orang lain selalu membutuhkan pertolongan dirinya dan ia hadir sebagai pahlawan yang harus membantu. Hmm… ini bukannya perbuatan baik? Sayangnya nggak.

Perilaku menyimpang ini akan selalu menjadi beban penderitanya. Ketika pikiran untuk menolong orang lain muncul, kamu akan gelisah dan merasa terbebani. Padahal sebenarnya, yang kamu bantu itu nggak betul-betul perlu ditolong, lho. Biar mengenal lebih baik, simak lima tanda orang yang memiliki superhero syndrome.

Nggak bisa bilang “nggak” ke orang lain

Seseorang yang memiliki superhero syndrome akan sangat sulit untuk menolak permintaan tolong dari orang lain. Selain itu, ia juga akan sulit menjadi penyambung lidah dalam memberitakan kabar buruk kepada orang lain. Intinya, ia akan selalu menyetujui permintaan orang lain meskipun permintaan tersebut melebihi kapasitas dirinya. Tentu hal ini sama saja seperti membohongi dirinya sendiri.

Dalam kerja tim, terbeban untuk menyelesaikan semuanya sendiri

Pengidap superhero syndrome akan merasa dirinya adalah penyelamat tim. Ia meng-handle semua pekerjaan dan mengerjakannya sendiri. Bukannya nggak percaya, tapi ia nggak ingin orang di dalam timnya merasa kesusahan dengan tugas yang ada. Ini jelas sangat merugikan. Nggak hanya mmenyusahkan diri sendiri, anggota lainnya juga akan menjadi manja dan kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Menganggap diri selalu kurang baik untuk orang lain

Meskipun sudah melakukan banyak hal untuk orang lain, ia akan merasa kurang baik di mata orang lain. Dirinya akan selalu melakukan lebih, harus membantu orang lain dan harus membahagiakan orang lain, meski hidup dan masa depannya dipertaruhkan. Tentu ini nggak sehat untuk jasmani dan bisa berpotensi memperparah kesehatan mentalnya.

Ingin selalu mendapat apresiasi

Pahlawan dalam sebuah film akan diceritakan mendapatkan apresiasi atau pujian dari mereka yang diselamatkannya. Pujian dan apresiasi ini juga diharapkan oleh penderita superhero syndrome. Si penderita merasa, mereka sudah berjuang mati-matian untuk menolong orang lain, jadi sudah seharusnya orang tersebut memberikan apresiasi terhadapnya. Akhirnya, ia tenggelam dalam rasa haus akan pujian dan apresiasi.

Ingin menjadi prioritas untuk semua orang

Sebagai pahlawan, ia mau menjadi ‘tokoh utama’ atau orang yang paling banyak mengambil peran dalam segala hal. Ia akan merasa bangga saat banyak orang membutuhkan bantuannya. Dengan kata lain, ia butuh untuk dibutuhkan. Padahal kita nggak bisa selalu membantu orang ‘kan. Ada saatnya kita juga butuh memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu sendiri agar dirinya berkembang.

Jadi, apakah kamu punya superhero syndrome?

(YOH)

Cover: BT.com

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *