Nggak Tertolong, 6 Lokasi Pariwisata Populer Dunia Ini Dinyatakan ‘Hilang’

Please log in or register to like posts.
News
Sebagian dari kita mungkin sangat sedih saat beberapa waktu lalu Katedral Notre-Dame de Paris dikabarkan terbakar. Gimana nggak, arsitektur indah yang dibuat dengan kombinasi gaya arsitektur era Romanesque dan Gothic ini berpotensi nggak bisa dipulihkan dan nggak bisa dilihat oleh anak-cucu kita lagi.
Tapi ternyata, nggak sedikit lokasi pariwisata dunia juga dikatakan rusak. Setidaknya, ada 6 lokasi pariwisata Dunia yang dipastikan nggak tertolong atau memerlukan waktu berabad-abad untuk pulih. Dan ironisnya, semua tempat ini rusak akibat ulah manusia.
Source: Bright Side
Legzira Beach, Sidi Ifni, Maroko
Sepasang lengkungan alami yang membentuk bukit di Pantai Legzira yang telah menjadi landmark sekaligus simbol Maroko ini runtuh pada September 2016, hanya menyisakan reruntuhan tanah merah yang tidak berbentuk. Warga setempat ini menyalahkan pemerintah atas keruntuhan landmark tersebut. Menurut keterangan aktivis pelestarian lokasi pariwisata setempat, tragedi ini nggak muncul mendadak. Beberapa bulan sebelumnya, orang-orang melihat retakan dan batu-batu kecil yang berjatuhan dari lengkungan. Hal ini sudah dilaporkan ke pemerintah setempat, dan seharusnya pihak berwenang bisa saja membuat topangan untuk melindungi lengkungan ini.
Source: Bright Side
Temple of Bel, Palmyra, Suriah
Kuil yang menjadi salah satu bangunan keagamaan terpenting dari abad pertama dan ancient world ini hancur pada 2015 karena perang antara Palestina dan Israel di Suriah. Temple of Bel yang seharusnya dibentuk lebih dari 1.000 pilar, saluran air, sebuah nekropolis dan lebih dari 500 makam, hanya menyisakan sepasang pilar yang berdiri di tengah-tengah puing reruntuhan. Menurut keterangan dalam website UNESCO, Kota Palmyra termasuk dalam klasifikasi kota kuno, seni dan arsitektur yang berasal dari abad pertama dan ke-2. Sejarah tertulis, semua ini dibangun dengan mengkombinasikan teknik Yunani dan Romawi dengan tradisi lokal. Sangat menyedihkan harta kota kuno ini hilang karena konflik di Suriah.
Source: Bright Side
Joshua Tree National Park, California, USA
Joshua Tree National Park adalah gurun indah dengan ekosistemnya yang unik dan rumah untuk berbagai macam tanaman eksotis langka di gurun. Pada Januari 2019, taman ini telah dibuka untuk umum selama 35 tahun, yang seharusnya sudah ditutup untuk dilakukan konservasi dan rehabilitasi ekosistem. Taman nasional ini pun terabaikan dan dinilai kurang pengawasan. Akibatnya, spesies tanaman-tanaman langka yang ada di sana mengalami vandalisme yang sangat mengerikan, seperti dihancurkan untuk menyalakan api unggun, rusaknya jalanan setapak dan sejumlah coret-coretan nggak bertanggung jawab di tempat menakjubkan seperti ini. Salah satu pengawas taman mengatakan, dibutuhkan 200 sampai 300 tahun untuk memulihkan kerusakan yang dihasilkan hanya dalam beberapa minggu.
Source: Bright Side
The Little Mermaid, Copenhagen, Denmark
Sebuah patung ikonik yang dibuat ileh Edvard Eriksen pada 1903 ini harus mengalami nasib yang sangat menyedihkan. Monumen putri duyung yang cantik ini ini berkali-kali dirusak, seperti kepala yang ‘dipenggal’ 2 kali, kehilangan lengannya, hingga ditutup dengan cat dan grafiti berkali-kali. Pelaku tindak vandalisme ini adalah mereka yang mabuk, sakit mental, dan para demonstran politik yang menganggap kalau perusakan ini membuat protes mereka lebih mengesankan. Sayangnya, monumen ini sepertinya nggak bakal lepas dari sasaran warga yang ingin merusak.
Source: Bright Side
Lake Mackenzie, Tasmania, Australia
Pada Januari dan Februari 2016, Tasmania mengalami kebakaran hutan yang sangat parah. Akibatnya, salah satu danau terindah di Dunia, Danau Mackenzie, ikut terkena dampak. Sangat disayangkan, tanaman-tanaman unik seperti pinus pensil kuno tidak memiliki peluang untuk regenerasi. Kebakaran ini membakar 20.000 hektar hutan belantara Tasmania. 3 tahun sudah berlalu. Tanaman mulai menunjukan tanda-tanda pemulihan. Namun membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum kita dapat melihat tempat ini kembali hijau seperti sedia kala.
Source: Bright Side
Brimham Rocks, North Yorkshire, England
Wah, kalau ini sih benar-benar bikin naik darah! Adalah hal yang sangat sulit dipercaya ketika orang merasa layak untuk merusak dan menghancurkan peninggalan sejarah yang sudah berumur lebih dari 320 juta tahun hanya dalam beberapa detik. Pada Juni 2018, wisatawan menggulingkan salah satu batu penyeimbang di Brinmham Rocks dan batu tersebut pecah berkeping-keping. Menurut keterangan situs tersebut, batu penyeimbang ini memiliki bentuk yang sangat untuk karena telah mengalami pembentukan akibat terpaan angin dan es selama ratusan juta tahun. Konyolnya, batu ini terguling pada saat orang bodoh ini mencoba berfoto, sambil mengukir namanya, sehingga massa batu berubah dan akhirnya terjatuh.
Ini adalah beberapa peristiwa tragis yang harus dialami oleh lokasi pariwisata eksotis di Dunia. Menyedihkan, betapa konyolnya kita sebagai manusia di abad ke-21 ini karena nggak berhasil menjaga dan mempertahankan peninggalan sejarah ini.
Apa pendapat kamu tentang kerusakan yang manusia lakukan pada warisan dunia? Apa menurutmu cara untuk menghentikannya dan membuat orang menghargai harta berharga kita?
(YS)
Cover: Pinterest

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *