Kurang-kurangin, Ini Bisa Jadi Tanda Kalau Kamu Itu ‘Toxic Person’ di Medsos

Please log in or register to like posts.
News
Sebagai anak muda, media sosial kini sudah jadi sarana komunikasi utama yang memudahkan kita untuk berbagi momen dan informasi. Namun seiring berjalannya waktu, media sosial menjadi hal yang nggak sehat untuk digunakan sesering mungkin. Nggak disadari, media sosial bisa menjadi hal yang nggak baik atau ‘toxic’. Bahkan bisa jadi kita pun masuk dalam kategori ‘toxic people’ di media sosial. Memang ciri-cirinya apa saja, sih?
Menghakimi orang yang tidak dikenal
Jika ada orang yang suka menulis kata-kata persekusi atau membalas argumen orang lain dengan pembahasan personal seperti agama, etnis, atau golongan di media sosial, dia adalah salah satu orang ‘toxic’. Menghakimi orang lain tanpa mengenali orang tersebut adalah hal yang bodoh. Kebiasaan orang bodoh akan membodoh-bodohi orang lain, sedangkan orang pintar akan melihat peluang untuk terus belajar dari orang lain.
Menghina fisik orang lain
Setiap orang Tuhan ciptakan berbeda, termasuk fisik. Seperti Tuhan memandang setiap manusia sepadan, begitu juga kita harus memandang sesama. Ingat, menghina fisik seseorang sama saja menghina Tuhan sebagai sang pencipta. Orang suka menghina fisik seseorang pernah memikirkan hal ini nggak, ya?
Pola pikir sempit dan merasa nggak ada yang lebih benar darinya
Yang perlu diketahui, setiap orang pasti memiliki latar belakang dan perspektif yang berbeda. Memang setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapatmu secara bebas. Namun bukan berarti kebebasan itu nggak ada batasnya. Perlu diingat, orang lain juga memiliki kebebasan yang sama. Daripada berusaha memenangkan perdebatan yang justru membuat hidupmu yang sudah berat ini semakin pelik, coba buka pikiran, lihat suatu masalah dari perspektif mereka, dan belajar dari hal-hal positif yang ada dalam argumen mereka.
Sengaja membuat komentar menyakitkan untuk orang lain
Kalau lagi bosan dan nggak ada kerjaan, lakukanlah hal yang lebih berfaedah dan menyegarkan pikiran. Jangan buka media sosial hanya untuk meninggalkan komentar yang menyakitkan orang lain. Kata-kata ini mungkin saja melukai seseorang jauh ke dalam hatinya. Tapi dia tidak mau menunjukkan sakitnya karena ada kesedihan yang tak perlu ditunjukkan kepada orang yang bahkan sebelum bicara menggunakan tidak otaknya.
Berpura-pura menjadi sempurna
Ternyata, beberapa orang di media sosial sengaja membuat hidupnya terlihat menyenangkan dan sempurna di media sosial. Bahkan ada beberapa kasus dimana mereka akhirnya terlilit hutang dan berujung harus mendekam dalam penjara. Hmm… apa yang dipikirkan mereka, ya? Apa sih untungnya untuk pura-pura bahagia? Kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain, bukan pula untuk menyenangkan orang lain atas apa yang kita punya atau tidak punya.
Wah… pokoknya jangan sampai kamu melakukan hal-hal ini ya. Hati-hati, kamu bisa temasuk toxic people kalau melakukannya!
(YS):
Cover: voicesofyouth.org

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *