Image and video hosting by TinyPic

Jakarta dan Sekitarnya Padam Listrik Sehari, Bagaimana Jika Terjadi Selama 2,5 Tahun? Tonton “Survival Family”

Please log in or register to like posts.
News
Kejadian padam listrik se-Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah pada (4/8) kemarin merupakan kejadian terparah setelah peristiwa mati lampu massal terlama yang pernah terjadi di Indonesia sejak 2005 (Jika mengabaikan kejadian di beberapa pedalaman Indonesia yang nyala listrik-nya cuma sesekali). Lebih dari 30 juta penduduk terdampak dari peristiwa mati listrik ini dan beberapa usaha mengalami kerugian yang nggak sedikit. Namun, apa jadinya jika padam listrik ini terjadi selama 2,5 tahun -tanpa elektronik -tanpa kendaraan bermotor?
Nggak perlu susah berandai-andai, pemikiran ini sudah pernah diperkirakan sutradara Shinobu Yaguchi yang dirangkum dalam film “Survival Family” alias “Sabaibaru Famiri”. Film yang dirilis di Jepang pada 11 Februari 2017 ini mengisahkan Jepang tanpa listrik, elektronik dan kendaraan bermotor selama 2,5 tahun!
Sinopsis
Film ini berfokus pada kehidupan keluarga tersebut, dimana awalnya mereka nggak memiliki kedekatan emosional dan hubungan yang harmonis. Dunia begitu normal, Ayah Yoshiyuki Suzuki sibuk bekerja di kantor, Ibu Mitsue Suzuki mengurus rumah tangga, Kenji Suzuki kuliah, dan Yui Suzuki masih sekolah tingkat SMA.
Tanpa peringatan, semua jaringan listrik, elektronik dan kendaraan bermotor nggak bisa dihidupkan dan membuat aktivitas seluruh penduduk Jepang menjadi kacau. Telepon nggak bisa dinyalakan, mobil serta kereta listrik nggak bisa beroperasi, dan pompa air tidak dapat digunakan.
Belum jelas penyebabnya, namun semua orang mengalami kebingungan yang luar biasa. Makanan dan minuman menjadi harta berharga dan paling diperebutkan oleh semua orang. Keluarga ini harus mengalami berbagai kejadian untuk bertahan hidup dan akhirnya mereka akan sadar sesuatu yang sangat penting.
Personal review
Sutradara Shinobu Yaguchi nggak banyak menggunakan score musik dan memilih untuk memasukkan suara ambience dari setiap scene dengan sangat rapi dan menarik. Hal ini justru membuat film lebih terkesan real dan seakan menyampaikan kepada para penonton untuk berdiam sejenak dan dengarkan suara alam di sekelilingmu.
Dari segi pengambilan gambar, banyak scene yang menggunakan one-take shot dengan pergerakan kamera yang presisi dan berdurasi cukup lama, sekitar 10-16 detik. Tentu teknik ini bukan hal yang mudah karena jika terjadi kesalahan, pengambilan gambar harus diulang kembali dan tentunya memakan waktu yang nggak sedikit.
Namun yang paling mengesankan dari film ini adalah segi plot dan akting para aktor. Para tokoh utama, yakni Fumiyoko Kohinata (sebagai Ayah), Eri Fukatsu (sebagai Ibu), Yuki Izumisawa (Sebagai Anak Laki-laki) dan Wakana Aoi (sebagai Anak Perempuan) sangat hebat memerankan perannya dengan baik. Di sisi lain, seperti film Jepang kebanyakan, untuk saya sebagai orang Indonesia, beberapa reaksi mereka saat berdialog terkesan berlebihan. Namun di beberapa scene, reaksi yang saya anggap berlebihan ini justru memperdalam pesan yang ingin disampaikan dengan lebih baik.
Plotnya dibangun perlahan, namun nggak membosankan. Film ini menyadarkan, betapa manusia terlalu bergantung dengan teknologi dan menjurus ke arah yang tidak sehat. Namun, peristiwa menggegerkan ini justru memberikan pengertian yang sangat baik yakni betapa pentingnya hubungan keluarga yang erat, saling peduli dan rasa kehilangan.
Selain itu, banyak pesan-pesan moral yang disisipkan dalam film ini, salah kutipannya: “Barang-barang mewahmu nggak akan bisa mengisi perut yang lapar.” – Ibu penjual nasi.
Ini trailernya:

Personal rating: 9/10
Sutradara: Shinobu Yaguchi
Penulis Naskah: Shinobu Yaguchi
Starring: Fumiyo Kohinata, Eri Fukatsu, Yuki Izumisawa, Wakana Aoi
Genre: Drama, Komedi, Family
Durasi: 117 menit
Rating IMDb: 7.2/10
(YS/ERN)
Cover: www.japantimes.co.jp
Image and video hosting by TinyPic

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *