Hati-hati, Ini 4 Alasan Mengapa Kamu Harus Kurangi Mengeluh dalam Hati

Please log in or register to like posts.
News
Mengeluh itu manusiawi, kok. Ini adalah salah satu cara kamu mengekspresikan perasaan kecewa kamu ketika kenyataan nggak bertemu dengan ekspektasi. Sehebat apapun, semua orang pasti pernah mengeluh dalam hatinya. Namun karena semua orang melakukannya, perilaku salah ini sering dianggap sepele dan akhirnya menjadi kebiasaan buruk untuk sebagian orang. Dan ternyata kebiasaan ini sangat berbahaya untuk kesehatan psikis dan emosional kita, lho. Inilah beberapa dampak buruk yang didapatkan dari kebiasaan mengeluh.
Sedih yang berkepanjangan
Saat kamu mengalami masalah, mungkin pertanyaan pertama yang muncul dalam kepalamu adalah “Mengapa harus aku?”. Pertanyaan ini sebenarnya nggak salah jika dibarengi dengan pikiran positif, seperti “Apa yang bisa dipelajari dari masalah ini?”. Namun jika pertanyaan selanjutnya yang muncul dalam benakmu adalah “Kenapa tidak orang lain saja?”, hal ini akan membuatmu terus mengasihani diri sendiri. Selain itu, perasaan yang akan timbul adalah rasa sedih, iri dan anggapan bahwa kamu adalah orang tersial di dunia. Akhirnya bukannya berusaha bangkit dari keterpurukan, kamu malah berusaha agar orang lain mengalami keterpurukan yang sama sepertimu.
Rasa kesal yang berkepanjangan
Terus mengeluh dapat membuat pikiranmu dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan, sehingga kamu lupa untuk bahagia. Bukannya rasa tenang dan lega, kamu malah dihantui rasa kesal berkepanjangan. Bahkan saat dikuasai rasa kesal, kamu cenderung kurang berpikir panjang dan mulai melontarkan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain atau diri sendiri.
Lupa bersyukur
Mengeluh jelas membuatmu jauh dari tindakan bersyukur, obviously. Bukannya nggak boleh memiliki rasa nggak puas atau ambisi dalam hidup, tetapi jika kamu nggak punya rasa bersyukur dan menerima apa yang sudah kamu punya, kamu nggak akan menemukan kebahagiaan dalam hidup.
Menutup peluang di depan mata
Saat kamu selalu melihat dari sisi yang terburuk, kamu akan berfokus pada apa yang sudah terjadi dan menghiraukan kesempatan yang dapat membuat hidupmu lebih baik. Akhirnya, keadaanmu nggak akan berubah dan terus seperti itu.
Poin-poin di atas bukan bermaksud melarangmu untuk mengekspresikan perasaanmu saat nggak puas terhadap sesuatu. Namun jika kamu terus berkutat dalam perasaan ini dan nggak memikirkan bagaimana cara lepas dari masalah ini, tentu perilaku tersebut akan menjadi racun yang mematikan semangat hidup.
Nah… jika membutuhkan teman untuk cerita dan sharing mengenai keluh kesah yang kamu hadapi, kamu bisa langsung live chat kita di website ini. Caranya, tinggal buka homepage http://www.superyouth.id dan klik ‘bubble chat’ yang ada di kanan bawah. Kamu juga bisa cerita via Line @superyouth.id (gunakan @) dan via WA di 085695770501. Atau jika kamu membutuhkan respons cepat, kamu juga bisa telepon ke 1500224. Yuk, sama-sama belajar mengurangi perilaku mengeluh!
(YS)
Cover: crosswalk.com

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *