Gaya Hidup Bebas Plastik, Stop Gunakan 6 Benda Ini!

Please log in or register to like posts.
News
Plastik memiliki dampak buruk yang sangat mengerikan untuk lingkungan. Dilansir dari World Green Organization, 60 persen plastik yang pertama kali dibuat pada 1930 masih ditemukan di perairan laut dengan keadaan utuh tak terurai. Plastik tersebut dapat masuk dalam rantai makanan dan pada akhirnya masuk dalam organ pencernaan kita. Nggak disadari, plastik yang kita buang bisa masuk dan merusak kesehatan kita.
Sudah banyak kampanye yang menyuarakan pengurangan penggunaan plastik. Dan mungkin kamu sadar dengan hal ini, namun bingung karena hampir keseharian kita diharuskan menggunakan plastik. Hmm… memang sulit, namun beberapa barang ini pasti bisa kamu kurangi pemakaiannya demi gaya hidup bebas plastik.
Glitter
Biasanya benda ini sangat banyak ditemu di riasan wajah, makanan, hingga perlengkapan hias pesta. Namun benda kecil nan indah ini ternyata sangat berdampak buruk untuk lautan. Glitter terbuat dari mikroplastik. Dibutuhkan ribuan tahun untuk terurai secara alami. Setelah terpakai, glitter akhirnya akan tercuci dan terbawa hingga ke lautan. Selain mencemari lautan, glitter juga bisa terkonsumsi oleh ikan dan plankton laut. Tanpa disadari, ikan yang kita makan telah terkontaminasi mikroplastik dari glitter yang digunakan tersebut. Alternatifnya, kamu bisa menggunakan glitter plant based yang saat ini sudah mulai populer dijual. Meski sedikit lebih mahal, glitter ini sangat aman untuk lingkungan.
Balon
Pernah memikirkan kemana balon yang kamu lepas saat mengambil foto untuk feed Instagram-mu? Ya, bukan ke Paradise Fall-nya film “UP”, balon berujung jadi sampah yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Hewan-hewan berpotensi keliru menganggapnya makanan dan akhirnya mati tersedak. Balon membutuhkan 6 bulan hingga 4 tahun untuk terurai. Sedangkan balon yang jatuh ke laut membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai. Daripada menggunakan balon untuk hiasan, kamu bisa menggunakan hiasan lain yang aman untuk lingkungan, seperti pompom kertas atau gelembung sabun. Jangan pernah lepaskan balon ke udara. Ledakkan balon yang telah digunakan lalu buang pada tempat sampah.
Peralatan makan plastik
Peralatan makan plastik memang nggak dirancang untuk digunakan berkali-kali. Pencucian dengan sabun atau air panas dapat mempercepat pertumbuhan bakteri yang dapat berdampak buruk untuk kesehatan. Sayangnya, plastik ini membutuhkan ribuan tahun agar bisa terurai dengan utuh. Mulailah berhenti menggunakan dan membeli peralatan makan dari plastik. Bila membeli makanan, katakan untuk tidak menambahkan sendok garpu serta pisau plastik.
Korek api plastik
Korek api plastik pasti sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tahukah kamu jika korek api plastik yang kamu gunakan dapat berakhir dalam perut hewan liar? 98 persen burung albatros di pulau Midway atol (Pulau Koral) dekat Kepulauan Hawaii mengonsumsi plastik yang menggenang di lautan. Bahkan karena ketidak-tahuannya, mereka memberi makan anak-anaknya dengan campuran sampah plastik. Sekitar 40 persen anak burung albatros harus mati setiap tahunnya karena tersedak sampah plastik. Korek api menjadi salah satunya. Jika diharuskan, kamu bisa menggunakan korek api kayu ketimbang korek api plastik. Ini lebih aman bagi lingkungan karena lebih mudah terurai.
Pisau cukur jenggot
Pisau cukur jenggot biasanya terbuat dari plastik dan karet. Selain itu, silet yang ada didalamnya juga sangat berbahaya jika dibuang sembarangan. Pisau cukur jenggot ini menjadi salah satu sampah plastik yang sulit terurai. Alternatifnya, kamu bisa menggunakan pisau cukur elektrik. Meski menggunakan plastik juga, pisau cukur elektrik memiliki umur yang jauh lebih lama dan relatif bisa diperbaiki jika mengalami kerusakan.
Sikat gigi
Meski sikat gigi sangat baik untuk kesehatan mulut kamu, gagang yang biasanya terbuat dari plastik ini justru sangat membahayakan lingkungan. Bahkan sikat gigi plastik pertama yang diciptakan pada 1930an masih bisa ditemui entah dimana dan tidak terurai sampai sekarang. Nggak heran jika kamu akan menemui kemasan sikat gigi yang mengambang atau terseret ombak di pinggir pantai. Alternatifnya, kamu bisa mempertimbangkan menggunakan sikat gigi berbahan bambu.
Selain benda-benda di atas, masih banyak lagi benda plastik yang bisa kamu stop penggunaannya mulai dari sekarang. Lihat sekeiling, apa benda yang lebih baik kamu hentikan penggunaannya dan mencari alternatif yang lebih baik. Kebiasaan baik nggak bisa jadi tren jika orang baik yang peduli lingkungan seperti kamu nggak memulainya terlebih dahulu. Yuk, sayangi Bumi kita!
(YS/ERN)
Cover: britishplastics.co.uk

Reactions

0
1
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

1

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *