Cuma Bikin Capek, Ini 5 Alasan Mengapa Kamu harus Berhenti Hitung Kalori Makananmu

Please log in or register to like posts.
News
Beberapa orang yang ingin menguruskan berat badan atau sekadar hidup sehat cenderung memiliki beban khusus dalam memilih makanan, salah satunya memiliki kalkulator kalori. Bukannya bikin sehat, menghitung kalori malah bikin stres karena takut kelebihan kalori.
Sudah saatnya untuk menghentikan kebiasaan menghitung kalori di makanan. Simak penjelasannya dibawah ini!
Menghitung kalori mengalihkan perhatian dari yang difokuskan
Saat ini memang mudah mengetahui jumlah kalori di makanan. Banyak aplikasi penghitung kalori di smartphone. Namun, obsesi menghitung kalori nggak baik untuk kesehatan. Seorang ahli gizi berlisensi dalam website Zwivel mengatakan, makanan nggak hanya terdiri dari kalori. Makanan terdiri dari serat, protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan fitonutrien. Semuanya penting untuk kesehatan dan pencegahan penyakit. Daripada memusingkan kalori yang terkandung, lebih baik kamu berkonsentrasi memakan makanan fresh dan bergizi tinggi.
Mengonsumsi zero calories juga nggak sehat
Ketika hanya fokus pada jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari, kamu cenderung luput dengan kualitas makanan yang dikonsumsi. Jumlah kalori rendah nggak selalu berkolerasi dengan makanan sehat. Menurut ahli diet, Colette Micko, kalori dalam diet soda setara memang dengan air mineral. Namun, kandungan lain yang ada dalam diet soda dengan air mineral memiliki efek yang berbeda dengan sistem metabolisme tubuh kita. Dengan kata lain, diet soda yang kamu konsumsi sama seperti ‘sampah’ yang nggak memiliki efek yang baik untuk tubuh.
Obsesi menghitung kalori dapat menyebabkan eating disorder
Secara nggak sadar, kebiasaan menghitung kalori pada makanan bisa menyebabkan eating disorder atau gangguan pola makan dalam jangka panjang. Hal ini memberikan efek psikologis yang sangat negatif. Perlu diketahui, sebaik apapun kamu mengontrol pola konsumsi kalori, semuanya akan sia-sia jika kamu nggak memiliki kesehatan mental yang baik.
Tidak semua kalori jahat bagi tubuh
Ketika kamu harus menghabiskan semangkuk salad dengan total 1.330 kalori atau hamburger dengan total 850 kalori, mana yang bakal kamu pilih? Jika kamu memilih burger dengan asumsi kalorinya lebih rendah, pilihanmu kurang tepat. Faktanya, kalori bukan hanya sekadar angka. Yang terpenting adalah gizi yang ada dalam makanan tersebut! Ingat, tubuh kita nggak memproses semua jenis kalori dengan cara yang sama. Burger memang memiliki total kalori yag lebih rendah. Namun bukan berarti komposisinya lebih menyehatkan ketimbang salad. Sementara, salad memiliki kalori lebih tinggi karena dressing sauce yang tinggi lemak seperti mayones, mustard, atau saos tomat. Jika memang mau mengurangi kalori, kamu bisa berhenti menggunakan dressing sauce tersebut.
Mengendalikan stres lebih penting dari menghitung kalori yang dikonsumsi
Semua upaya untuk mengontrol konsumsi kalori yang kamu lakukan akan menjadi sia-sia jika kesehatan psikismu terganggu dengan segala hal ini. Mengapa begitu penting? Yang bertugas untuk mengendalikan metabolisme, memecah lemak, karbohidrat dan protein adalah hormon dalam tubuh. Hormon ini nggak bakal bekerja optimal jika kamu mengalami stres atau depresi berkepanjangan sehingga segala nutrisi yang dikonsumsi sulit dipecah dalam tubuh. Imbasnya, hal ini justru memacumu untuk akhirnya nggak makan karena takut gendut.
Para ahli gizi dan diet sepakat, menghitung kalori bukanlah praktik yang sehat. Dietmu akan sangat berhasil jika kamu lebih memilih gaya hidup seimbang dan sehat. Bukan hanya memberikan hasil yang lebih baik, hal ini juga bisa membuatmu hidup lebih bahagia. Semangat!
(YS/ERN)
Cover: nhs.uk

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *