Image and video hosting by TinyPic

Bisa Dikenali, Ini Kata-kata yang Sering Dipakai Pengidap Depresi

Please log in or register to like posts.
News
Depresi bisa mengubah segalanya, mulai dari cara beraktivitas, tidur, hingga caramu berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan ini bisa terlihat dari cara berbicara dan mengekspresikan lewat tulisan. Kalau nggak percaya, kamu bisa lihat puisi dan lirik lagu Kurt Cobain, Lead vokal sekaligus gitaris band Nirvana, yang memilih bunuh diri setelah nggak kuat menghadapi rasa depresinya.
Sebuah jurnal studi dari Clinical Psycological Science telah mengungkap sekumpulan kata yang bisa memprediksi secara akurat apabila seseorang memiliki depresi. Jangan salah, pengidap depresi justru nggak selalu memakai kata-kata negatif atau suram. Jadi, kenali ciri-cirinya sejak dini, siapa tahu bisa menolong saudara atau sahabatmu.
Ada perbedaan bahasa yang digunakan pengidap depresi dengan yang tidak. Bahasa bisa dipisahkan dalam dua komponen: konten dan gaya penyampaian. Konten berhubungan dengan apa yang disampaikan, seperti makna atau topik dari pernyataan. Nggak heran jika pengidap depresi menggambarkan sesuatu dengan emosi negatif. Seperti “sakit”, “kesepian”, “sedih” atau “sengsara”.
Mereka yang mengidap depresi pun lebih sering menggunakan kata ganti orang pertama, seperti “aku”, “diriku sendiri” dan jarang menggunakan kata ganti orang kedua dan ketiga, seperti “kamu”, “dia”, “mereka”. Pola ini sering diindikasikan seperti ini karena pengidap depresi lebih fokus kepada dirinya sendiri dan kurang terhubung dengan sekitarnya, termasuk dengan orang lain.
Selain itu, konten yang disampaikan selalu memiliki sifat yang absolut, seperti “selalu”, “nggak ada yang bisa”. Hal ini juga bisa menjadi penanda yang lebih efektif untuk mengindikasikan seseorang mengalami depresi. Berdasarkan penelitian, mereka yang pernah mengalami gejala depresi berpeluang besar akan mengalaminya lagi. Hal ini karena ia akan melihat dunia dengan sudut pandang hitam dan putih, merasa semuanya nggak bisa diperbaiki kembali. Oleh karena itu, pemikiran absolut ini memang menjadi indikator yang penting dalam melihat apakah seseorang terkena depresi atau tidak.
Mengerti bahasa orang depresi akan membantu kita untuk memahami cara berpikir para pengidap depresi. Namun bukan berarti orang normal tidak pernah menggunakan kata-kata diatas, lho ya. Ujung-ujungnya, hanya pengenalan yang lebih mendalam, yang bisa menunjukan secara pasti apakah orang terdekatmu tiba-tiba berubah atau tidak.
(YS)
Cover: life.spectator.co.uk
Image and video hosting by TinyPic

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *