Bangun Karakter Kamu Lewat Film Aladdin. Ini Beberapa Hal Positif yang Bisa Kamu Petik Hikmahnya

Please log in or register to like posts.
News
Film Aladdin yang baru saja tayang beberapa hari ke belakang, tampaknya sudah membuahkan hasil. Dikutip dari cnbcindonesia.com, Aladdin berhasil memperoleh pendapatan US$ 7 juta atau setara dengan Rp 101 miliar (asumsi kurs Rp 14.400/US$) dalam penayangan perdana di Amerika Serikat. Tak hanya ramai di Amerika Serikat, penonton di Indonesia pun menyambut baik penayangan film Disney yang satu ini.
Kisahnya nggak berubah, dikisahkan seorang pemuda bernama Aladdin hidup bersama monyetnya, Abu, dan hidup dengan cara mencuri untuk bertahan hidup. Suatu hari ia bertemu dengan Putri Jasmine dan kisah petualangan serta percintaan Aladdin dimulai. Lalu, apa sih yang bisa kamu pelajari dari cerita legenda yang satu ini?
Source: joypixel.id
Hidup berbagi dengan orang lain
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Aladdin bukan orang kaya. Tapi, saat ia berhasil mendapatkan barang, menjualnya, dan mendapatkan hasil, ia nggak lupa berbagi pada orang yang memang membutuhkan. Padahal, dia sendiri mungkin membutuhkannya. Ini bisa kamu lihat saat Aladdin membagikan sekantung kurma yang ia dapatkan setelah menukar hasil curiannya. Eits, jangan tertukar ya! Kamu harus mengambil nilai berbaginya, hehehe.
Source: hollywoodreporter.com
Berteman tanpa pandang bulu
Dalam sosok Putri Jasmine, kamu bisa belajar tentang nggak pandang bulu. Walaupun dirinya adalah seorang Putri, Jasmine sangat ingin dekat dengan rakyatnya. Ada beberapa kalimat dalam film ini yang mengatakan dengan jelas bahwa Putri Jasmine adalah Putri yang sangat cinta pada rakyatnya. Terbukti dengan ia kerap mengendap-endap untuk keluar dari istana dan menyamar sebagai rakyat jelata. Ia bahkan nggak merasa risih berteman dengan Aladdin, bahkan menyamar sebagai Dalia, pelayan pribadi Putri Jasmine.
Source: bustle.com
Rajin dan suka belajar
Menjadi seorang putri yang dilayani banyak orang sejak kecil, nggak menjadikan Putri Jasmine sosok yang malas. Justru, Putri Jasmine tumbuh menjadi sosok yang mandiri. Ia rajin mengunjungi rakyatnya dan juga memiliki semangat belajar yang tinggi. Ini bisa kamu lihat saat Putri Jasmine sedang mencari di mana letak kerajaan Ababwa dan hobinya belajar tentang sejarah bangsanya sendiri karena menurutnya itu adalah modal yang baik untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan. Kalau Putri Jasmine saja rajin belajar, masa kamu yang rakyat jelata bermalas-malasan? Hehehe.
Source: imdb.com
Berani menyuarakan pendapatnya
Walaupun ia adalah anak seorang Sultan, Putri Jasmine tetaplah seorang perempuan yang nggak bisa menyuarakan isi hatinya. Tetapi, Putri Jasmine berani keluar dari aturan yang mengekangnya. Dengan cara yang baik, ia mengutarakan apa yang ia pikirkan pada Sultan. Ia juga berani menentang Jafar yang berlaku semena-mena dan berusaha menghancurkan kerajaan.
Source: movieweb.com
Belajar bersyukur dan cuek pada apa kata orang lain tentang kamu
Karakter Jafar yang antagonis juga bisa memberikan pelajaran untuk kamu. Jafar adalah orang yang nggak secure dengan dirinya. Ia selalu mendengarkan dan percaya apa kata orang lain termasuk kata burung peliharaannya. Dia nggak pernah bersyukur atas apa yang ia miliki. Kenapa Jafar sudah seharusnya bersyukur? Karena dulunya, Jafar adalah seorang pencuri seperti Aladdin namun kini ia menjadi orang kepercayaan Sultan. Sudah seharusnya dia bersyukur. Sayangnya, dia masih saja  merasa kurang puas dan kurang berkuasa. Alhasil, ia termakan oleh keserakahannya sendiri.
Source: comicbook.com
Pantang menyerah mengejar mimpi
Putri Jasmine sangat mencintai rakyatnya. Ia memiliki mimpi menjadi Sultan untuk menggantikan ayahnya yang sudah sangat tua, namun tradisi yang ada menghalangi dirinya. Namun, hal ini nggak membuat Jasmine menyerah, lho. Ia terus memperlengkapi dirinya dengan belajar di Istana, bahkan ia terus meyakinkan ayahnya bahwa ia adalah orang yang tepat untuk menjadi Sultan dan mewarisi tahta ayahnya. Akhirnya, ia pun mendapatkan kepercayaan dari ayahnya untuk memimpin kerajaan. Persiapan ditambah kesempatan bisa mewujudkan mimpi kamu, tapi apakah kamu sudah mempersiapkan diri dengan baik sebelum kesempatan itu datang?
Source: mtlblog.com
Belajar menjadi diri sendiri
Aladdin si pencuri pada akhirnya menyamar sebagai Pangeran Ali. Tetapi, saat ia berubah menjadi pangeran, ia justru tidak menjadi dirinya sendiri dan ragu akan setiap tindakan yang ingin ia lakukan. Ia bahkan sempat menghindar dari janjinya untuk jujur pada Putri Jasmine dan Sultan. Di saat ini lah Jin mengingatkan dia agar tetap menjadi dirinya sendiri karena itu adalah hal yang disukai Putri Jasmine dari dirinya. Menjadi dirimu sendiri dan mencintainya akan membuat hidup kamu lebih bahagia. Selain itu kamu juga jadi lebih secure, sehingga kamu bisa melihat maju ke depan tanpa membandingkan diri dengan orang lain.
Kalau kamu, apa yang kamu pelajari dari film Aladdin?
(ERN)
Cover: awn.com

Reactions

8
3
0
0
0
1
Already reacted for this post.

Reactions

8
3
1

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *