6 Kebiasaan Buruk Ini Harus Dihentikan saat Kamu Berbicara dengan Orang Lain

Please log in or register to like posts.
News

Bicara, bicara dan bicara, kegiatan ini sangat sulit dihindari dalam menjalani keseharian kita. Sependiam apapun dirimu, kegiatan sehari-hari mengharuskan kamu untuk berbicara tatap muka dengan orang lain. Tapi tanpa disadari, kebiasaan buruk seseorang bisa timbul jika sedang asyik tenggelam dalam obrolan.

Nah… agar meningkatkan cara berdialog dengan baik, ini beberapa kebiasaan buruk yang harus kamu hentikan saat berbicara dengan orang lain.

Memotong pembicaraan orang

Kebiasaan ini cenderung sering dilakukan oleh orang yang suka mengobrol. Misalnya, si A sedang bercerita, tiba-tiba si B memotong pembicaraan A dan mulai menceritakan ceritanya sendiri. Ini tentu saja nggak sopan. Memotong pembicaraan dapat diartikan sebagai kurangnya minat atau rasa hormat kepada yang berbicara. Selain itu, hal ini tentu membuat kecewa orang yang sedang bercerita. Biarkan orang lain menyelesaikan pembicaraannya, meski kamu nggak tertarik atau tidak sepaham dengan prinsipmu. Setidaknya kamu bisa menyampaikan ketidak sepahamanmu dengan sopan setelah ia berhenti berbicara.

Menggunakan sarkasme berlebihan

Sarkasme atau menyindir keras seseorang menggunakan kata atau kalimat ‘positif’ yang bertolak belakang dengan gambaran orang yang dimaksud sedang tren di kalangan anak muda. Kalimat ini tentu bermaksud menjatuhkan dan menyakiti orang yang disindir. Daripada menyerang orang lain, alangkah baiknya jika kita bicara dari hati ke hati dan menegurnya dengan sopan. Sangat penting untuk menghormati batasan dan sensitivitas orang lain.

Terlalu sering membanggakan diri sendiri

Mendapatkan sesuatu yang berasal dari jerih payahmu tentu sangat membanggakan. Akan tetapi jika kamu terlalu memonopoli percakapan dengan pencapaian yang sudah kamu raih, orang lain akan melabelimu sebagai orang yang narsis dan hal ini sangat menjengkelkan untuk lawan bicaramu. Nggak perlu diceritakan, kelebihanmu itu pasti akan ter-notice jika orang lain merasakan dampak positif dari apa yang kamu lakukan.

Berdialog sambil melihat gadget

Banyak prasangka buruk yang membuat lawan bicaramu terganggu saat kamu tiba-tiba melihat gadget -seperti smartphone, jam, dll- saat ia berbicara. Selain nggak sopan, hal ini juga menunjukan kalau kamu benar-benar nggak tertarik dengan percakapan yang sedang kalian perbincangan. Tindakan ini bisa membuat orang lain tersinggung.

Nggak mau mengalah

Memegang teguh pendirian atau argumen saat berdiskusi memang baik. Namun hal ini nggak menjadi alasan untuk menutup pikiran kita dengan masukan atau argumen orang lain yang lebih logis dari pemikiran kita. Yang penting bukan benar atau salah, tetapi memahami berbagai perspektif berbeda, bisa saling berempati satu sama lain dan mencapai kesepakatan bersama.

Lupa memposisikan diri

Sangat sedikit orang yang nggak menyukai pribadi yang humoris. Tapi leluconmu bisa jadi malapetaka jika kamu nggak bisa atau lupa memposisikan dirimu dalam sebuah percakapan. Lelucon dalam percakapan serius nggak selalu bisa mencairkan suasana jika tidak ditempatkan pada posisinya. Bukannya percakapan menjadi lebih menyenangkan, justru orang lain bisa gondok dengan sifatmu yang terlalu meremehkan segala sesuatu.

Itulah enam etika buruk yang harus diperbaiki sekarang juga. Pada akhirnya, etika percakapan berasal dari rasa hormat dan pertimbangan terhadap orang lain. Tiap-tiap orang juga berbeda dalam merespons. Selamat meng-upgrade diri, ya!

(YOH)

Cover: New Statesman

Reactions

0
2
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

2

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *