4 TIPS MELAYANI TEMAN “BROKEN HOME” – AKU DAN KELUARGAKU (PART 5)

Please log in or register to like posts.
News

Shalom gais…

Hari ini, edisi AKU DAN KELUARGAKU akan ditutup bagi para pemimpin dan pelayan di komunitas remaja dan pemuda gereja. Pasti banyak temen-temen yang juga suka “takut salah merespon” teman-teman yang memiliki latar belakang “broken home”

Nah, biar kita gak salah, Superyouth punya 4 tips yang bisa kakak dipraktekkin di komunitas kita. Apa aja sih? Yuk, check this out

4 TIPS MELAYANI TEMAN “BROKEN HOME”

#1 Dampingi, bukan jauhi

Mungkin ada di antara kita yang punya stigma negatif dengan “broken home”. Akhirnya, kita agak takut untuk mendekati mereka. Padahal, justru mereka sangat butuh teman, agar mereka bisa menyampaikan semua beban yang mereka rasakan. Karena itu, sebagai kakak di gereja, sudah jadi bagian kita untuk melayani dan menemani mereka.

#2 Jadi contoh yang jujur

Apa sih yang dampak orang yang hidup di keluarga “broken home”? Salah satunya adalah “KEHILANGAN PRIBADI YANG BISA DICONTOH”. So, bagi kakak-kakak, jadilah pribadi yang bisa dicontoh. Biarlah apa yang kita sampaikan kepada mereka, kita hidupi juga, agar kita bisa menjadi contoh yang jujur.

#3 Berikan ia kesempatan belajar hal baru

Salah satu hal yang bisa membantunya memulihkan lukanya adalah memberikan ia kesempatan untuk belajar banyak hal baru. Kenapa? Supaya ia tidak terlalu terpikir dengan apa yang dialaminya selama ini, dan membuatnya fokus dengan hal baru. Jadi, yuk coba ajari dan berikan mereka kepercayaan baru.

#4 Beritakan kebenaran, bukan pembenaran!

Nah, ini yang paling penting. Banyak pelayan yang gak pengen melakukan ini, karena takut melukai hati teman kita tersebut. Tapi, ingat bahwa jika teman kita yang broken home memiliki respon yang tidak sesuai Firman, tetap harus ingatkan KEBENARAN FIRMAN TUHAN kepada mereka.

Contoh, ketika teman kita kesal dengan orangtua mereka, tetap ingatkan mereka bahwa harus saling mengampuni, tapi dengan cara yang baik. Jangan malah hanya membenarkan perasaannya, hanya untuk “berempati”, tapi tidak memberikan KEBENARAN FIRMAN kepada mereka.

4 poin ini menjadi hal yang harus dipahami kita, sebagai pelayan generasi muda. Ingat, masih banyak sekali anak muda yang harus mengenal Kristus. Karena itu, sudah menjadi bagian kita untuk mengenalkan Kristus kepada mereka.

 

Punya beban berat dan butuh teman untuk bercerita?

Klik langsung untuk curhat via Whatsapp: https://bit.ly/curhatsuperyouth

Whatsapp: +6282215002424

Telepon: 1500 224

Line: @Superyouth.ID

LIVE CHAT: https://www.superyouth.id

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *