Ternyata, Produk Enak Ini Awalnya Dibuat Untuk Alasan Medis

Please log in or register to like posts.
News
Pernah nggak sih, saat kamu pergi ke sebuah supermarket dan membayangkan apa yang ada dalam kepala pembuat produk makanan hingga bisa menemukan inovasi produk yang nggak biasa? Sebut saja, susu sapi. Apa ya yang dilakukan oleh si penemu ini sampai kepikiran kalau, ‘Oh, susu sapi kayaknya enak ya?” Hahaha.
Dan ternyata, ada juga nih makanan enak yang biasa kita konsumsi yang awalnya diciptakan untuk alasan medis. Penasaran kan? Yuk simak artikel di bawah ini.
Source: anshebakes.com
Graham Crackers
Graham Crackers atau biskuit Graham pertama kali diciptakan pada 1829 oleh Sylvester Graham, seorang Pastor Presbyterian dan Vegetarian. Sebagai Pastor dan Vegetarian, Graham harus menjaga hatinya dari ‘kepuasan dan kenikmatan dunia’ sambil mempertahankan kesehatan. Namun, karena makanan vegetarian terkesan tawar dan nggak enak, Graham membuat biskuit yang kaya akan nutrisi dan memiliki rasa yang enak. Setelah itu, pengikut Graham pun banyak yang ikut mengonsumsi biskuit ini. Namun, popularitasnya menurun setelah kematian Graham pada tahun 1851.
Source: smithsonianmag.com
Corn Flakes
Pasti kalian tahu kan sereal Corn Flakes yang biasa kamu makan sebelum kamu sekolah? Nah, Kellogg bersaudara, John Harvey Kellogg dan Will Keith Kellogg, yang juga terinspirasi dengan ajaran Sylvester Gragam tentang gaya hidup sehat, menciptakan corn flakes dengan kebetulan. Waktu itu, mereka nggak sengaja meninggalkan gandum yang baru mereka masak diatas panci karena urusan bisnis. Pas balik lagi nih, ternyata makanan tersebut jadi bongkahan gandum kering yang terlihat agak aneh. Tapi, karena keterbatasan dana, mereka terpaksa memakan gandum kering tersebut. Weh, ternyata mantul alias mantap betul. Setelah nggak sengaja menemukan eksperimen ini, Kellogg bersaudara mencoba cara yang sama dengan menggunakan bahan baku jagung dan akhirnya, mereka menciptakan revolusi dalam menghidangkan sarapan.
Source: messynessychic.com
Coca-Cola
Coca-Cola adalah pengembangan yang sangat jauh dari fungsi sebenarnya pada saat Coca-Cola diciptakan. Gimana enggak, saat pertama kali diciptakan, Coca-Cola bukanlah minuman buat anak kecil dan remaja. Dulu, nama produk ini adalah “Pemberton’s French Wine Coca”, minuman anggur beralkohol kuat yang mengandung kacang kola, kokain dan kafein. John Pemberton, pencipta Coca-Cola ini mengklaim kalau minuman ini bisa menyembuhkan segala penyakit, mulai dari masalah saraf, kelelahan, sampai menyembuhkan impotensi.
Seiring dengan perkembangan undang-undang yang mengatur regulasi makanan dan minuman di Prancis, minuman ini menjadi minuman yang ilegal karena kandungan kokain dan alkohol yang ada didalamnya. Agar perusahaannya tetap hidup, Pemberton menggunakan sirup gula dan karamel untuk menciptakan formula baru dalam minuman Coca-Cola. Saat itu, Coca-Cola belum menggunakan air berkarbonasi sebagai bahan dasar minuman ini. Sayangnya, minuman ini baru beken setelah John Pemberton meninggal pada 1888. Dan saat itu, The Coca-Cola Company masih menjual minuman ini dengan mengedepankan khasiatnya, yaitu “obat tonik dan sakit kepala”.
Source: Antique-Bottles.net
7-up
Hampir sama seperti Coca-Cola, minuman yang dinamakan “Bib-Label Lithianed Lemon-Lime Soda” ini pertama kali dijual sebagai minuman penstabil mood karena mengandung lithium sitrat, senyawa kimia yang juga digunakan dalam obat penenang orang depresi. Selain itu, 7-up juga dipromosikan sebagai minuman penghilang hangover hingga tahun 1950. Namun, setelah penelitian yang membuktikan bahwa lithium berbahaya untuk tubuh, pada 2006, 7-up mengalami perombakan ulang formula sehingga bisa dijual sebagai minuman “100% alami”.
Source: foodbev.com
Dr Pepper
Sebelum dijual sebagai minuman ringan, Dr Pepper pertama kali diciptakan oleh Charkes Akderton, apoteker kelahiran Brooklyn yang bekerja di Toko Obat Sudas Old Morrison, Waco, Texas pada tahun 1885. Menjadi ‘kelinci percobaan’, Wade Morrison, pemilik toko tersebut mengatakan, minuman ini sangat enak jika dikategorikan sebagai obat. Dalam waktu singkat, minuman ini populer dan dikenal sebagai obat stimulan otak bernama “Waco”. Nggak lama kemudian, nama itu diubah menjadi Dr Pepper.
Wih, aneh juga ya, minuman dan makanan yang saat ini cukup dekat dengan penyakit obesitas ini, ternyata obat-obatan yang justru dapat menyembuhkan penyakit dulunya. Ada yang belum pernah kamu dari daftar produk di atas? Yuk, share produk apa yang belum kamu coba!
(YS)
Cover: eatsmarter.com

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *