Single “BIG LOVE”, Cara The Black Eyed Peas Perangi Kekerasan Senjata Api di Amerika Serikat

Please log in or register to like posts.
News
Di sebuah ruangan yang cukup padat, bayangkan kamu sedang duduk di sebuah meja yang sehari-hari kamu gunakan dalam kelas. Sembari memahami suasana yang nggak asing ini, kamu melihat ada guru-mu yang menulis di papan, ada yang fokus mencatat, ada yang asyik mengobrol, dan ada yang tertidur di dalam kelas. Di tengah rutinitas yang ‘membosankan’ ini, datang salah satu teman – yang mungkin kamu kenal wajahnya, namun nggak begitu dekat-, tiba-tiba berjalan pelan ke dalam kelasmu sambil mengeluarkan pistol dari tasnya dan langsung menembaki seluruh teman sekelasmu, tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya. Hanya suara letusan pistol dan suara jeritan para remaja yang belum sempat menjalani hidup sebagai orang dewasa.
Bukan cerita karangan semata, ini adalah reka adegan satu dari ratusan kasus penembakan massal yang terjadi di AS sejak tahun 2000. Beberapa tahun belakangan, kasus penembakan massal yang dilakukan oleh anak sekolah di Amerika Serikat semakin meningkat. Nggak sedikit anak muda meninggal karena kasus seperti ini. Alih-alih mencabut legalitas kepemilikan dan penggunaan senjata api oleh warga sipil, pemerintah AS justru menjadikan para orang tua sebagai biang keladi dari perilaku nggak bermoral ini. Pemerintah AS menilai, orang tua, khususnya para imigran di AS nggak becus mendidik moral dan karakter anaknya.
Melihat kasus yang nggak ada mati-matinya, The Black Eyed Pies berinisiatif untuk mengangkat kasus ini kedalam single terbarunya yang berjudul “BIG LOVE”.
“Peringatan, apa yang akan kamu lihat ini sangat sulit untuk dilihat. Tetapi, inilah tujuan film ini, harus susah untuk dilihat,” tulis opening MV yang unggah dalam akun YouTube resmi mereka pada 20 September 2018 kemarin.
Source: hey-alex.fr
Nyatanya, memang butuh kekuatan lebih untuk menyaksikan dan memperoleh pesan dari MV berdurasi 9 menit 40 detik ini.
Video ini menggambarkan sebuah highschool seperti di AS pada umumnya. Di tengah jam belajar-mengajar, datanglah seseorang anak remaja berkulit putih yang mengenakan jaket hitam sambil menenteng senjata api otomatis di dalam sebuah koridor sekolah. Setelah masuk ke dalam ruang kelas Sains, ia langsung menembaki anak-anak non-kulit putih, dan guru yang memiliki kulit hitam. Nggak berhenti di sana, pembantai ini juga mendatangi sebuah aula olahraga yang dipenuhi oleh anak sekolah yang sedang berolahraga dan melakukan hal yang sama, yaitu menembaki anak-anak ras Asia dan Amerika Latin.
Setelah kejadian tersebut, digambarkan pemerintah melakukan hal yang justru aneh dan cukup ekstrem. Para keluarga imigran digambarkan ketakutan dalam sebuah goa bekas penambangan. Kemudian, polisi perbatasan melakukan penggerebekan dan menangkap semua orang didalamnya. Kemudian, layaknya sebuah kriminal, anak-anak imigran tersebut memakai seragam oranye, seragam yang identik dengan napi di AS dan dimasukan kedalam sel tahanan.
Pesan yang ingin disampaikan The Black Eyed Pies dalam single ini adalah kebutuhan akan kasih. Kasih yang nggak menghakimi dan nggak menyakiti, karena ini dapat memisahkan orangtua dengan anaknya.
Selain itu, single ini juga menjadi pesan eksplisit untuk semua rapper di seluruh Dunia. Ditengah popularitas musik hip-hop rap Barat yang dipenuhi dengan unsur seks, narkoba dan kehidupan hedonis, The Black Eyed Peas berhasil mendobrak stigma yang ada dengan pesan positif yang disampaikan lewat lagu-lagu positive vibes miliknya.
Belajar dari mereka, positive vibes bisa diciptakan lewat setiap karya yang kita buat. Seenggaknya, kamu bisa menyebarkan positive vibes lewat setiap postingan di akun media sosial kamu. Yuk, jadi orang yang tentunya memberikan pengaruh positif untuk orang di sekitar.
(YS)
Cover: Billboard

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *