Bapak Sutopo, Informan Bencana yang Menangis Bukan Karena Kanker Paru-Parunya

Please log in or register to like posts.
News
Kuat, tegar, dan semangat adalah kesan yang muncul jika kamu mengenal Sutopo Purwo Nugroho. Siapa sih dia? Dia adalah sosok penting di balik setiap informasi tentang bencana yang bertubi-tubi yang dialami Indonesia. Mulai dari gempa Lombok, tsunami dan likuifaksi Sulawesi Tengah, hingga jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 kemarin.
Masih belum tahu juga? Dia adalah salah satu fans berat penyanyi Raisa yang akhirnya bisa bertemu langsung sama si cantik bersuara merdu itu. Tapi, kenapa sih Pak Sutopo begitu penting buat kita bahas?
Bapak Sutopo adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT). Ditengah-tengah semangat dan guyonan pemecah duka saat menyampaikan informasi bencana dengan bahasa yang mudah dicerna orang awam, ada penyakit kronis yang menggerogoti tubuh si informan bencana ini. Ia bertanding melawan kanker paru-paru stadium 4B dalam tubuhnya.
Source: Pantau.com
Seolah perkara yang mudah, bapak berusia 48 tahun, kelahiran Boyolali ini tetap semangat meski masih menjalani pengobatan penyakit kanker paru-paru yang diketahuinya sejak Januari 2018 silam. Bahkan, demi dedikasinya terhadap masyarakat dan pekerjaannya, ia pernah menjadi penyalur lidah bencana setelah mencopot selang infus pada saat konferensi pers gempa Sulteng.
“Jangan kasih kendor” adalah pedoman yang sudah mengalir dalam darah bapak kelahiran Boyolali ini. Dengan segala kegigihan dalam pekerjaan dan penyakitnya, ia pun menangis. Bukan ratapan terhadap dirinya, namun untuk kedua anaknya.
“Kalau kalian nanyain soal anak, nangis saya, benar. Saya itu bekerja untuk anak, untuk ibu saya,” kata Sutopo dengan mata yang berkaca dan suara bergetar, dilansir dari video YouTube Najwa Shihab yang berjudul, “Catatan Najwa – Sutopo: Bencana, Kanker dan Netizen: Ini yang Membuat Sutopo Menangis”.
Baginya, hal terpenting untuk saat ini adalah sembuh dari kanker agar dapat tetap bersama keluarganya dan dapat meneruskan pengabdiannya kepada masyarakat.
Apa sih yang bisa kalian pelajari dari bapak teladan yang satu ini? Superyouth, Pak Sutopo saja yang sudah mengalami kanker paru-paru masih terus berjuang untuk hidupnya bahkan untuk bangsa Indonesia. Dia nggak menyerah pada keadaan yang masih bisa diperjuangkan. Jangan lupa ada Tuhan yang senantiasa menunggu untuk kamu ajak bicara dan berdiskusi.
Terima kasih Bapak Sutopo atas pesan ekspisit dari dedikasi dan pengorbanan yang bapak berikan untuk kami. Doa untuk kesembuhan bapak akan selalu kami panjatkan. Semangat!
(YS)
Cover: Kumparan.com

Reactions

2
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

2

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *