Akui Punya Gangguan Mental, Awkarin Nggak Jadi Tutup Akun Instagramnya

Please log in or register to like posts.
News
Nggak cuma Reza ‘Arap’ Oktovian yang berencana menutup salah akun media sosial yang membesarkan namanya, kali ini berita datang dari selebgram Awkarin, yang sempat gempar pada 12 Oktober 2018 lalu. Kala itu, ia mengumumkan akan berhenti menggunakan dan menjual akun instagram miliknya yang sudah diikuti 3,8 juta followers.
Pada 22 Oktober malam, sebuah video berdurasi 44 menit 16 detik muncul di Youtube channel miliknya dengan judul “I QUIT INSTAGRAM”. Dalam video tersebut, ia membuat sejumlah klarifikasi terkait statement sebelumnya.
Ia mengaku kecewa dengan spekulasi miring soal pernyataan ‘menjual akunnya’. Menceritakan masa kecilnya, ia dibesarkan oleh orang tua yang mendidik dia sebagai pekerja keras. Meskipun ayahnya adalah dokter spesialis mata dan ibunya adalah dokter spesialis gigi, mereka tidak memanjakan dirinya. “Didikan orangtuaku adalah didikan terhebat,” kata gadis yang memiliki nama asli Karin Novilda.
Source: hitekno.com
Kemudian, ia pun mengungkapkan fakta mengenai dirinya, kalau ia memiliki gangguan kesehatan mental. Semasa SMA, ia mengaku pernah keluar masuk rumah sakit karena percobaan bunuh diri. Penyakit ini sempat sembuh selama beberapa tahun sejak ia lulus SMA. Namun, hal ini kembali menghantuinya saat mantan kekasihnya , Oka Mahendra, memilih untuk bunuh diri. Akibat gunjingan dan tuduhan negatif dari masyarakat bahwa ia merupakan penyebab utama Oka mengakhiri hidupnya, penyakit ini kembali menggerogoti pikirannya.
Ditambah lagi, teman-teman yang sudah ia anggap sebagai keluarga malah meninggalkannya. Awkarin mengaku diblok oleh para anggota TAKIS, manajemen terdahulunya. Bahkan secara personal, Awkarin kecewa dengan salah satu owner dari manajemen tersebut karena menyebutnya nggak tahu diri dan nggak tahu terima kasih. Iya gengs, orang itu berinisial YL.
Padahal, menurut dirinya, ia sudah terkenal sebelum berkolaborasi dengan YL. Ia pun menyesali keputusan YL yang memblokir dan meninggalkan Awkarin di masa terpuruknya.
Saat itu, media sosial-lah yang menjadi ‘pelarian’ dari penyakitnya. Ia begitu menikmati jumlah likes dan komentar-komentar positif yang ada di setiap post melalui akun Instagram miliknya. Namun, belakangan ia baru menyadari, hal ini justru bersifat toxic atau nggak sehat.
Ia merasa dikontrol oleh media sosial. Ketika ia tidak mendapatkan jumlah likes dan komentar yang ia harapkan, ia semakin depresi dan over reacting. Dan menurutnya, masalah yang ia alami juga dirasakan oleh kebanyakan kaum millenial, larut dalam dunia maya dan melupakan dunia nyata.
Hal ini yang membuatnya vakum sementara di media sosial dan meninggalkan gadget-nya untuk menikmati interaksi dan bersosialisasi di dunia nyata. Dan ia pun puas dengan pengalaman ini. Ia mengaku, this is the new Karin.
“Kalau kalian masih bertanya-tanya kepada siapa aku menjual akun IG-ku, aku menjual IG-ku kepada diriku yang baru,” ungkap Karin di penghujung video. Dengan kata lain, ia nggak jadi jual akun Instagram-nya, gengs.
Ia pun berjanji nggak akan menjadi sosok yang penuh drama seperti dulu dan menjadi influencer yang menyebarkan pesan dan pengaruh positif di akun media sosialnya.
Semoga, rebranding Awkarin yang dilakukan besar-besaran ini bakal terus bertahan ya, Superyouth.
(YS)
Cover: Pantau.com

Reactions

11
3
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

11
3

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *