Hikikimori, Fenomena Mengurung Diri dari Jepang yang Mulai Menyebar di Indonesia

Please log in or register to like posts.
News
Superyouth, mendengar fenomena Otaku mungkin sudah menjadi hal yang biasa untuk kamu yang berada di Indonesia. Apalagi kalau kamu termasuk penggemar manga atau anime. Tapi, tahukah kamu kalau ada sebuah fenomena yang ternyata cukup menyebar di Jepang selain Otaku? Fenomena ini bernama Hikikimori. Sedihnya, saat ini makin banyak remaja Indonesia yang mengikutinya bahkan menganggap Hikikimori sebagai sebuah tren.
Faktanya, fenomena sosial ini banyak terjadi pada remaja hingga orang dewasa di Jepang, lho. Biasanya, mereka yang mengalami Hikikimori akan mengurung diri mereka dan sama sekali nggak berinteraksi dengan orang lain selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Dikutip dari NHK, jumlah masyarakat yang terkena fenomena sosial ini pada tahun 2005 saja sudah mencapai angka diatas 1,6 juta orang. Hal ini tentu saja nggak baik untuk generasi mendatang, khususnya di Jepang.
So, karena dianggap sebagai penyakit yang memalukan keluarga, keluarga Jepang yang memiliki anak dengan gangguan Hikikimori biasanya menutup hal ini rapat-rapat karena ini dianggap sama seperti aib keluarga. Nggak hanya menutupinya dari masyarakat, mereka pun menutupinya dari keluarga terdekat karena menganggap ini adalah hal yang memalukan.
Source: panorama.it
Anak di sini bukan hanya mereka yang masih sekolah, tetapi mereka yang bahkan sudah berusia 40 tahun dan masih hidup dengan orang tuanya karena mengurung diri sejak lama dan hanya keluar dari kamar ketika sudah waktunya makan.
Apa yang mereka lakukan? Bermain game, membaca manga, berselancar di internet, berbelanja online, dan lain sebagainya. Mereka cenderung menciptakan dunianya sendiri karena pernah merasa ditolak oleh dunia luar. Yup, salah satu penyebab Hikikimori adalah penolakan dari lingkungan sosial seperti sering dibully, gagal ujian, ditinggalkan orangtua atau orang yang mereka sayang, tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, hingga ditolak gebetan. Huft…
Nah, siapa saja yang berpotensi terkena gangguan Hikikimori? Dari mulai Otaku hingga orang-orang cerdas lulusan universitas yang tidak pandai bergaul bisa terkena fenomena ini. Mereka yang kurang bisa beradaptasi dan nggak memiliki gambar diri yang baik bisa dengan mudah menjadi Hikikimori. Sangat disayangkan, bukan?
Apakah mereka bisa sembuh? Bisa. Orang-orang Hikikimori biasanya akan dibawa ke sebuah perkumpulan yang sudah memiliki pembimbing dan di sana mereka akan diberikan terapi yang melibatkan team work untuk melatih kemampuan sosial mereka.
Superyouth, yuk lebih peka terhadap sekitar kita. Jangan sampai fenomena ini semakin banyak terjadi di Indonesia. Kalau kamu memiliki teman yang suka menyendiri, jangan dijauhi. Ajak mereka menikmati dunia dan katakan bahwa hidup mereka berharga.
(ERN)
Cover: witness.worldpressphoto.org

Reactions

21
1
1
0
0
1
Already reacted for this post.

Reactions

21
1
1
1

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *