Data Bocor, G+ Mati Suri Hingga 2019. Ini Dia Sekilas Perjalanan G+ Sejak 2011

Please log in or register to like posts.
News
Kalian pengguna Gmail pasti mengenal salah satu fitur Google yang satu ini. Sejak tanggal 09 Oktober 2018 kemarin, Google+ resmi dinyatakan mati suri selama 10 bulan hingga Agustus 2019 mendatang, guys!
Google menyatakan bahwa 90 persen penggunanya pasti menggunakan Google+ dalam waktu kurang dari lima detik per sesi. Namun, akibat bug terjadilah kebocoran data sebanyak 500 ribu akun. Karenanya, aplikasi yang sempat menjadi ancaman bagi Facebook ini harus ‘mati suri’.
Pada tahun Juni 2011, Vic Gundotra dan Bradley Horowits mengumumkan kehadiran Google+. Google+ memiliki beberapa fitur seperti Circles (contact group) , Sparks (news feed), dan Hangout (video chat). Hanya dalam waktu singkat, pengguna Google+ mencapai 10 juta pengguna.
Di tahun 2012, setiap pemilik Gmail terintegrasi secara langsung untuk memiliki Google+. Sedikit memaksa, sih. Dan pada Desember 2012 Google+ melahirkan fitur ‘communities’ supaya pengguna dapat berkumpul dan membentuk ruang forum.
Masuk ke tahun 2013, ternyata didapatkan fakta kalau interaksi dan keterlibatan pengguna dalam Google+ sangat rendah. Masih terus berusaha, Google Talk akhirnya digabungkan dengan Google+ Messenger untuk dimasukkan ke dalam Hangout.
Nggak hanya itu, demi mempertahankan kehidupannya, Google+ juga sempat menginfiltrasi Youtube. Sehingga, untuk pengguna YouTube yang ingin berkomentar harus memiliki akun Google+. Namun, sayang sekali pada tahun selanjutnya, Vic Gundotra, meninggalkan Google. Ini menyebabkan G+ semakin terpuruk.
Melompat ke tahun 2017, Google+ menjadi sesuatu yang nggak lagi dianggap oleh Google. Hal ini karena banyaknya spam di situs itu. Dan pada tahun 2018, bulan Oktober, Google+ diduga terkena masalah kebocoran data pengguna. Ini terjadi akibat bug yang sudah ada sejak tahun 2015. Tapi, Google mengungkapkan kalau belum ada bukti bahwa data-data tersebut disalahgunakan.
Inilah yang akhirnya memaksa Google+ ‘mati suri’. Semoga Google cepat menemukan titik terang.
(ERN)
Cover: TechCrunch

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *