Aqsa dan Aero, Kakak Adik Ganteng yang Berjuang Harumkan Nama Indonesia. Psst… Ayahnya Menjadi Inspirasi Mereka, Lho

Please log in or register to like posts.
News

Kalau kamu pernah mendengar pepatah buah jatuh nggak jauh dari pohonnya, Aqsa Sutan Aswar dan kakaknya Aero Sutan Aswar adalah bukti nyata dari pepatah tersebut. Aqsa yang kemarin (26/8/2018) meraih emas dari cabang olahraga jetski nomor Endurance Runabout Open adalah anak dari Saiful Sutan Aswar. Mungkin kamu masih asing dengan nama Saiful Sutan Aswar atau yang akrab disapa Fully ini, tapi ayah Aqsa dan Aero ini adalah Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA), lho.

Source: Bisnis.com

Saat menerima medali kemenangannya, Aqsa yang sudah mengenal jetski sejak usia empat tahun ini mengakui bahwa keberhasilan yang ia dapat nggak lepas dari dukungan ayah dan juga kakaknya. Yup, ayah mereka merupakan sosok pelatih di balik kesuksesan mereka berdua. Aqsa juga mengatakan kalau dia dan Aero mencintai jetski sejak kecil karena mengikuti hobi ayahnya yang suka bermain jetski, lho. Woow…

Selain itu, ada cerita menarik nih di balik keberhasilan Aqsa kemarin. Aero, kakaknya, ternyata terus berjaga di belakang Aqsa saat balapan terakhir berlangsung. Pokoknya, bisa dibilang sepanjang sesi Moto 3 Aqsa mendapatkan pengawalan ketat dari kakaknya, lho.

Dikutip dari berbagai sumber, Aqsa mengatakan bahwa itu adalah strategi mereka. “Memang strateginya seperti itu, yang penting kami menjaga posisi tiga besar agar saya bisa mendapatkan emas. Saya tidak boleh jatuh, jangan sampai terkena penalti, atau jangan sampai mesin jetski saya rusak lagi.” jelas Aqsa.

Kerjasama ini mereka lakukan demi mengharumkan nama bangsa Indonesia, nih Superyouth. Namun, untuk beberapa pertandingan lainnya mereka juga tetap kompetitif, kok. Nggak heran deh kalau peringkat mereka nggak pernah berbeda jauh..

Source: Elshinta.com

Selain kerjasama yang baik dengan kakaknya, Aqsa membocorkan rahasia kemenangannya. Yup, ketenangan adalah kunci. Inilah yang dipegang oleh atlet berusia 21 tahun tersebut. “Saya memang hanya perlu berada di posisi ketiga untuk mendapatkan medali emas. Saya hanya berpikir untuk tenang dan jangan sampai jatuh dalam perlombaan. Yang penting tetap menjaga berada di posisi tiga besar,” kata Aqsa dikutip dari bola.com.

Disiplin, pengendalian emosi, dan juga dukungan yang tepat tentu akan membuat kita lebih semangat mengejar cita-cita. Sisanya, serahkan semua pada Tuhan ya, Superyouth! Do your best and let God do the rest.

(ERN)

Cover: fin.co.id

 

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *