Stop! Ini Beberapa Sifat yang Bikin Orangtua Kamu Sedih. Jangan Dilakuin Lagi Ya

Please log in or register to like posts.
News

Pernah bingung pas orangtua marah sama hal yang menurut kita wajar? Kok kayaknya ortu kita kaku banget ya, nggak kekinian banget, lah. Hahaha. Superyouth, sebenernya ini adalah hal yang wajar sih. Dalam setiap fase generasi, pasti mereka akan mengalami hal yang namanya generation gap atau merasa janggal dengan karakter orang yang berbeda generasi dengan dirinya.

Tapi, buat hal-hal yang kita anggap wajar, belum tentu hal yang bagus lho, gaes. Inilah beberapa sifat ‘millennial’ yang bisa membuat orang tua kita sedih.

 

Gaya Hidup Konsumtif

Source: psychologytoday.com

Buat kita para millennials menjadi ‘beda’ dari orang lain atau berusaha membangun personal branding dengan menunjukan eksistensi lewat penampilan atau karya itu wajar. Ini bahkan membuat kita rela melakukan beberapa hal supaya level sosial kita meningkat. Misalnya waktu kita belanja, kita cenderung belanja secara impulsif dan bikin kita berujung konsumtif. Emang nggak salah sih kalo kita beli barang-barang pake uang kita sendiri. Tapi, bakal jadi masalah saat kita masih minta jajan ortu, gaes.

Yang perlu diketahui, kebutuhan dan keingingan itu beda lho, Superyouth. Kebutuhan harus dipenuhi, keinginan kalau nggak dipenuhi nggak akan bikin kamu mati. Daaaann… gaya hidup konsumtif bakal semakin berbahaya saat kita dewasa nanti. Kebiasaan boros inilah yang membuat ortu kita sedih memikirkan masa depan kita kelak.

 

Serba Instan

Source: lipstiq.com

Gaya hidup yang serba cepat membuat kita para millennial cenderung menginginkan hasil yang instan alias serba cepat. Emang sih, gaya hidup instan ini bisa mendorong kita untuk menciptakan inovasi yang membuat hidup kita makin praktis. Tapi, gaya hidup ini juga membuat kita nggak mau ambil pusing dalam berbagai hal, salah satunya dalam mengambil keputusan. Hal ini juga yang membuat kita nggak mau mikirin masukan ‘kolot’ orang tua kita dan cenderung menolak pendapat mereka dengan ketus. Yep, itu bikin sakit lho gaes.

 

Memegang ‘Prinsip’ Nggak Pandang Usia

Source: parent-connection.com

Mempertahankan prinsip dan ketegasan itu baik. Tapi, bukan berarti kita lupa sama nilai moral dan etika lho. Sebagai anak yang masih belajar, alangkah lebih baik kita menghormati orang yang lebih tua dari kita, termasuk orangtua, dan guru di sekolah. Ya, meskipun orang tersebut bisa saja salah atau menyalahi aturan, bukan berarti kita mengurangi rasa respect kita terhadap mereka. Ingat, menghormati orangtua adalah salah satu kunci kita untuk masuk surga, gaes. Hahaha.

 

Alergi Sama Pekerjaan Rumah

Source: thespruce.com

Rasanya nggak asyik banget lah kalau sudah dandan keren atau ada di level akhir dari permainan yang kita mainin, eh malah disuruh ngepel atau cuci piring dulu. Kayak nggak suka liat kita bahagia aja deh, si mama. Hahaha. Eits, tunggu dulu. Coba pikirin deh, udah berapa lama kamu mainan PC atau nonton drakor selama 1 hari ini?

Millennial rata-rata memiliki waktu yang boros untuk berada di depan PC, smartphone tablet, dan televisi setiap harinya. Tercatat, angka ini meningkat 17 kali per jam dari generasi sebelumnya. Seringkali mereka bakal mencari alasan yang beragam saat dimintai bantuan oleh ortunya, ada yang menunda dan bilang masih membalas chat atau streaming video di Youtube. Kamu juga nggak nih?

 

Anti Social-Social Club

Source: homescreenrouter.com

Kebiasaan pake gadget dan medsos buat interaksi sama orang lain membuat kita justru enggan buat berinteraksi tatap muka langsung, termasuk dengan keluarga dan tetangga. Boleh sih ngeladenin followers kamu yang ratusan bahkan ribuan di Instagram, tapi sedih juga sih kalo nyatanya kamu nyuekin orang-orang terdekatmu cuma gara-gara ngurusin orang yang belum tentu kalian kenal. Hal ini juga jadi salah satu kekhawatiran orangtua lho gaes, mereka takut kamu nggak bisa bersosialisasi di dunia nyata.

 

“Teman Lebih Dari Keluarga”

Source: Pexel

Ironis bukan, mementingkan temen dibanding keluarga sendiri. Emang sih, nggak semua keluarga itu sempurna dan justru kita menemukan kenyamanan dari lingkungan pertemanan kita. Tapi, bukan berarti kita boleh mengabaikan keluarga, termasuk orangtua. Terlepas mereka adalah role model yang baik atau nggak, orangtua adalah anugerah yang Tuhan berikan buat hidup kita. Bagaimanapun juga, kita dilahirkan di dunia ini karena mereka. Daripada menuntut mereka untuk menjadi orangtua yang sesuai dengan keinginan kita, cobalah belajar menjadi anak yang terbaik untuk mereka, salah satunya menunjukan ketulusan cinta kasih kita sebagai anak.

 

Sudah ngerti maunya orangtua kan? Salah satu hal yang mereka berikan buat kita adalah kepercayaan untuk mengeksplor diri dalam menemukan jati diri dan karakter yang baik menuju kedewasaan. Jadi, selama kalian memegang dan jaga kepercayaan itu, pasti ortu kalian bakal semakin cinta dan sayang sama kalian. Selamat berjuang menjadi anak kesayangan, ya. Hehehe.

(YS)

Cover: yomadac.com

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *